Hilang

May 3rd, 2007 by hracle

Aku…melayang…
Menjelma…
Jadi cahaya…
Ilalang…tersenyum…
Angin…Melambai…
Aku…menghilang…

Lenyapku

March 3rd, 2007 by hracle

Langit tak bertepi menepikan anganku
Malam tak berbintang mengelamkan asaku
Angin yang membeku membatukan hatiku
Sedangkan aku mulai meleleh dalam tiadaku
Lenyap
menjadi abu

Rahasia

February 28th, 2007 by hracle

Ada yang tersembunyi dari mata mu
yang secara tidak sengaja, kau teriakkan melalui degub jantungmu
Mengundang sejuta selidik di tiap nafasku
Bahkan ketika kulempar senyuman sebagai penawar
Kau tak pula sibakkan tirai dari sudut gelapmu
Dawai yang terpetikpun tak sanggup getarkan
Hanya mampu lelapkan
Haruskah ku menjelma sirna agar kau dapat tawarkan galaumu disela tiadaku ???

Simponi Cinta di Laut Jingga

February 19th, 2007 by hracle

Ada laut dalam rongga kepalaku

Dimana kita biasa berenang dalam mesra

Bermain-main dan bercanda dengan cinta

Sungguh percik airnya begitu menyejukkan

Sementara kerling keemasan anggun menyapa

Sangat terasa ketika anginnya mendekap tubuh

Menyalakan kembali sejenak rasa rinduku

Ingin kulukiskan kembali diudara

Dengan desau aroma rindu yang kau hela

Agar dapat indah terbaca manusia

Bahkan mentari pun begitu tersipu

Sehingga langit menyapa hangat dengan jingga

Apalagi cinta yang kau bawa

Menebar indah dalam nuansa merah jingga

Sejenak kembali pula rasa lapar didalam mata

Mengingat semerbak yang paling jauh

Disaat cintamu mengecup lembut dinding hatiku

Bersama senja di cakrawala lautan cinta

February 19th, 2007 by hracle

Kala malam dingin menyapa dalam gelapnya

Menghembus angin di tengkuk rinduku

Hanya gelitik manjamu saat itu

Dan aku, terbalut dalam telaga cintamu

Kala galau hangat mendera dalam kecupnya

Memeluk sukma di dinding kalbu

Hanya sutra pada getar suaramu

Dan aku, terjebak dalam hasrat cintaku

Kau datang dengan segenap misteri

Di dimensi rindu tanpa muara

Membalut asa dalam sederhana cintamu

Menjerat sukma dalam alunan rindumu

Kau adalah muara dari segenap aliran cintaku

Menghalau batas pada setiap imajiku

Kau adalah getar suara pada melodi cintaku

Menggubah warna pada dinding
khayalku

Altar-altar cinta

February 19th, 2007 by hracle

Matahari dibukit itu kini tersenyum

Melihat sang bunga berseri dan semerbak

Anginpun menggoyang rumput

Getarkan jiwa pengelana

Seketika terujar,

Tetaplah indah wahai bunga

Agar dapat kulihat bahagia di wajah mentari

 


Kubenamkan wajahku di altar suci Tuhan

Selayaknya aku mengecup wajah sungai dan tenggelam

Bersama harap kugetarkan jiwa ini dengan do’a

yang mengalir dalam derai air mata

Luka yang tertoreh,

‘kan kujadikan persembahan

Lalu cinta yang tergenggam dan mulai mengakar

Niscaya akan tumbuh indah dan selimuti malam

Bersama perih yang indah

dalam altar Tuhanku

Namaku… Sunyi

February 19th, 2007 by hracle

Namaku adalah sunyi

Ada tuk menjadi tiada

Benamkan diri bersama senyap

Namun tiada lenyap


Telah kutemukan lagi sayapku yang dulu

Meski telah tercabik sebagian

Namun akan tetap ku kepakkan

Perih memang,

namun aku harus terbang

Biarkan saja serpihan nya terserak

Agar kau dapat menyimpannya dan tersenyum

Hiraukan luka yang tertoreh

di bentang sayapku

Aku tetap harus terbang untuk jatuh

Bersama cintamu yang kugenggam

dari senyapmu

26 Musim

February 18th, 2007 by hracle

26 musim telah kita lewati bersama
Dengan senyummu di kelopak mataku
dan cahayamu di batinku

Seperti tertiup angin semilir
Hatiku bergoyang mengikuti nada
yang kau mainkan dari dawai cintamu

Hingga waktu tak terasa saja
Ku terlalu terhanyut terbawa waktu
Namun tak surut jua cintaku
Melawan waktu

26 musim tidaklah lama
Pun jiwaku telah berlabuh ke kota lain
Namun tidak cintaku
Semoga

Ratapan Jiwa

February 18th, 2007 by hracle

Letihku saat ini, tak seperti lelahnya jiwaku mengembara
HIraukan pula tulang yang terlepas dari sendi jua
Darah yang terseret menimbulkan jejak merah
Namun seakan ototku ini tak ingin berhenti

Penantianku akan pertarungan terakhir jiwaku
Seakan berfatamorgana menjadi horizon tipis tanpa batas
Jiwaku terus berlari pun aku merayap-rayap
Sementara pahit memar ini masih berasa

Jeritanku tak lagi bergema kini
Hanya desahan asa yang terhela dari degub jantungku
Memandang jauh masa lampau
Tersenyum lirih ketika bayangnya mulai menari

Letihku kini mulai berasa
Ketika tetes nuansa beningku mengalir membasahi mata
Mereka-reka batas penghabisanku
Yang sedang tertawa lepas memandangku

Dekap hujan sore itu

February 18th, 2007 by hracle

Tirai hujan membelai lembut sanubari dengan nafas angin
Menggelitik-gelitik segar, sambil berbisik
"Izinkan aku mendekapmu dengan mesra"
Sejenak kupejamkan mata, hayati kecupan yang ia lontarkan

Dalam dekap hujan yang menjelma menjadi bayangmu
Sekilas kutemukan sejuk membungkus dada
Dalam hembus nafas angin dan canda hujan
Kutemukan segaris senyum dari masa lalu

Sejenak, dalam rinduku yang diteriakkan angin
Kutemukan pula, bayangmu menjelma menjadi tirai hujan
Yang kini mendekapku